Fera Dwi Haryati
Pendidikan adalah komponen mendasar yang dapat menentukan perkembangan suatu negara. Setiap bangsa tentunya mengharapkan negaranya dapat berkembang dengan baik dan mampu bersaing dengan negara-negara lain, tanpa terkecuali negara Indonesia. Indonesia tentunya juga ingin mampu untuk terus berkembang menjadi lebih baik, tapi dengan keadaan pendidikan di Indonesia saat ini mampukah negara ini dikatakan sebagai negara yang mampu berkembang dengan baik?
Menurut Programme for International
Student Assesment (PISA) yang dilakukan oleh The Organisation for
Economic Co-operation and Development (OECD) Indonesia selalu menempati
peringkat 10 dari bawah selama 10 tahun terakhir ini. Sungguh miris melihat
kondisi pendidikan yang seperti ini. Mengapa ini bisa terjadi? Apa yang salah
dari sistem pendidikan negara kita?
Menurut penulis sistem pendidikan di
Indonesia yang telah diperbarui oleh Bapak Nadiem Makarim sebagai menteri
pendidikan saat ini sudah tepat hanya saja masih belum terealisasikan secara
baik. Terlebih lagi saat ini Indonesia dihadapkan dengan kedatangan tamu yang
sangat tidak diinginkan, yaitu virus corona. Virus ini penyebarannya terus
meningkat setiap harinya. Dari kompas.com menyatakan bahwa kasus-kasus baru
mengenai virus corona masih terus dilaporkan, bahkan mencapai angka lebih dari
1.000 kasus setiap harinya.
Hal ini menyebabkan mau tidak mau Indonesia
harus melakukan pembelajaran secara online sebagai bentuk penjegahan
terjadinya peningkatan kasus virus corona yang semakin meningkat. Meski saat
ini Indonesia telah melakukan “New normal” Tetap saja pembelajaran masih
belum bisa dilakukan secara offline.
Dengan kurikulum yang belum sempurna
direalisasikan dan sistem pembelajaran yang harus dilaksanakan secara online
membuat masalah dalam pendidikan Indonesia semakin menjadi-jadi. Para pelajar
dari tingkat PAUD/TK, SD, SMP, SMA sederajar, dan bahkan sampai mahasiswa
merasa kesulitan dalam menerapkan kurikulum baru bersama dengan pembelajaran secara online
ini. Kurikulum baru belum mereka pahami ditambah lagi dengan sistem
pembelajaran yang baru, tentu saja ini
sangat tidak mudah diterapkan oleh para pelajar dan juga mahasiswa.
Menurut penulis agar kurikulum baru ini dapat
terelasisakan di tengah pandemi, maka dari berbagai pihak harus berkerjasama
dalam menerapkan kedua hal ini. Guru/dosen harus mampu membimbing para anak
didiknya secara optimal. Bukan hanya memberikan tumpukan tugas, tapi juga harus
memberikan penjelasan dengan materi yang sedang dipelajari. Meskipun, dalam
kurikulum baru para objek pendidikan diminta untuk lebih aktif dari pada subjek
pendidikan tetap saja penjelasan yang baik dan mudah dipahami dalam suatu
materi sangatlah penting dalam pembelajaran online sekalipun . Jika para
pendidik memberikan penjelasan panjang lebar terhadap suatu materi dan itu
membuat para anak didiknya mengerti ataupun paham. Menurut penulis itu tidak
akan mengurangi keatifan para subjek pendidikan justru karena pemahaman yang
baik mereka akan mampu untuk terus aktif berpikir kritis.
Sedangkan
para pelajar dan mahasiswa tentunya juga harus mendukung
terealisasikannya kurikumul baru ini di tengah pandemi yaitu dengan cara berpenampilan
rapi, disiplin waktu, fokus saat proses pembelajaran sedang berlangsung,mencari
referensi materi pembelajaran melalui buku ataupun internet, dan juga tentunya harus mampu berpikir kritis
dalam hal-hal yang berbau pembelajaran.
Tidak hanya guru/dosen dan
pelajar/mahasiswa yang harus mendukung terealisasikannya kurikulum baru di
tengah pandemi tetapi pemerintahan juga mendapatkan peran penting dalam hal
ini. Pemerintahan harus siap siaga menyediakan sarana dan prasarana dalam hal
pembelajaran agar keberlangsungan pembelajaran mampu berjalan dengan baik.
Contohnya pemerintahan memberikan dana bantuan kepada para pihak-pihak yang
terlibat dalam pembelajaran, menyediakan akses jaringan untuk daerah-daerah
terpencil, dan juga menyediakan aplikasi online yang sesuai dengan
kebutuhan pendidikan.
Jadi, jika bangsa Indonesia menginginkan
perkembangan yang baik dalam negeri maka harus dimulai dari memberikan
perhatian lebih terhadap dunia pendidikan terlebih disaat pandemi seperti ini.
Berbagai pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan pun harus mampu bekerjasama
dengan baik agar sistem pendidikan yang telah ada mampu direalisasikan secara
optimal dan mampu menghasilkan hasil yang maksimal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar