Rabu, 02 Desember 2020

Nikmatnya Niat Lillah Dalam Berpuisi


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Hari ini  saya akan membawakan materi  yang berjudul “Nikmatnya Niat Lillah Dalam Berpuisi”.


Pertama-tama saya akan menjelaskan sedikit tentang pengertian niat itu sendiri. Nah, menurut KBBI, niat adalah maksud atau tujuan suatu perbuatan. Dan saya rasa sejak dulu sekali, mungkin sejak duduk di bangku pendidikan terendah atau bisa juga sebelumnya kita telah diberikan pengajaran oleh para guru, orang tua, mau pun orang-orang di lingkungan sekitar tentang bagaimana menempatkan sebuah niat. Menurut saya niat adalah hal utama yang akan menentukan arah tujuan kita dalam melakukan sesuatu. Dan jika niatnya baik, maka hasilnya pun akan baik. Namun jika niat awalnya buruk, maka hasilnya pun juga akan sama buruk. Setuju? Harus setuju ya.

Oh iya, pernah tidak mendengar perkataan Rasulullah tentang niat? yang begini bunyinya:

إنما الأ عمال بالنيات، وإنما لكل امرئ ما نوى

"Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya dan seseorang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan" (HR Bukhari & Muslim)

Oke, lanjut ke pengertian selanjutnya ya. Yaitu pengertian tentang lillah. Saat mendengar kata “lillah” tentunya pikiran kita akan tertuju pada Allah swt, bukan? Kata lillah ini sendiri belum diserap kedalam bahasa Indonesia. Sehingga dalam menuliskan kata ini harus tulisan bercetak miring atau italic. Nah, lillah itu sendiri memiliki pengertian beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu apapun atau pengertian sederhananya adalah segala perbuat yang menjunjung tinggi pernyataan “karena Allah”. Jadi, jika kedua kata tersebut (Niat dan lillah ) digabungkan dalam satu pengertian. Maka, maknanya adalah tujuan dalam mencapai sesuatu yang berdasarkan semata-mata karena Allah swt. Dan dapat disimpulkan juga bahwa makna dari judul materi kali ini adalah nikmatnya menulis puisi dengan tujuan semata-mata karena Allah swt.

Kalian pasti bertanya-tanyakan. Apasih nikmatnya menulis puisi dengan tujuan semata-mata karena Allah swt? Memangnya bisa ya menulis puisi dengan niat lillah? Oke, mari kalian simak lagi ya penjelasan dari saya.

Untuk menjawab pertanyaan “Memangnya bisa ya menulis puisi dengan niat lillah?” Tentu sangat-sangat bisa. Seperti yang saya katakan tadi bahwa jika niat kita baik, maka hasilnya pun akan baik dan begitu juga sebaliknya, insyaallah. Siapa sih yang tidak mau segala usahanya berbuah baik? Pastinya kita semua mau ‘kan bila semua usaha kita berbuah baik Jika kita ibaratkan niat menjadi sebah benih, apa mungkin benih yang rusak atau pun berkualitas buruk akan tumbuh menjadi sebuah pohon yang berbuah manis? Tentunya tidak, sebab buah yang manis hanya berasal dari benih yang berkualitas baik pula. Segala perbuatan apapun yang memang baik jika kita niatkan dengan lillah maka hasilnya pun akan sangat baik. Entah itu memasak, mandi, membersihkan rumah, dan menulis puisi juga tentunya.

Selanjutnya “Apa untungnya, apa nikmatnya sih menulis puisi pun harus dengan niat lillah?” Sungguh untungnya berkali-kali lipat dari pada kita hanya berniat berpuisi hanya karena hobi. Selain dapat keuntungan berkali-kali lipat di dunia, insyaallah kita juga akan mendapatkan keuntungan di akhirat, loh.

 Ketika kita mengejar dunia maka yang kita dapatkan hanyalah dunia yang bersifat fana dan sementara. Sedangkan ketika kita mengejar akhirat, maka kita akan mendapatkan dunia dan akhirat. Jika, ditinjau dari pengalaman saya pribadi. Saya dulu juga menulis puisi hanya sekedar hobi saja. Pada awalnya saya memang punya impian untuk menjadi seorang penulis. Tapi, bagaimana caranya? Saya sama sekali tidak tahu. Sehingga tulisan-tulisan saya hanya sekedar saya bagiakan di aplikasi instagram dan juga wattapad saja. Saya masih sangat insecure sama tulisan saya sendiri. Karena menurut saya masih banyak tulisan-tulisan orang lain yang lebih baik dari tulisan saya.

Tapi, Ada satu hari di mana saya berpikir sebenarnya niat saya menulis ini apa, sih? Hanya karena hobi? Ah, rasanya jika hanya karena hobi itu hal yang standard dan semua orang mampu melakukannya. Saya pun berpikir dan mencoba untuk mencari niat utama saya dalam menulis itu apa. Setelah Saya berpikir keras dan mencari referensi dengan membaca. Akhirnya saya menemukan niat yang menurut saya itu niat yang tidak biasa. Dan saya yakin dengan niat itu saya mampu untuk mewujudkan cita-cita saya. Tidak hanya cita-cita dunia, namun juga cita-cita akhirat. Yaitu dengan menanamkan niat lillah dalam hati. Dengan niat itu saya punya tujuan baru dalam menulis yaitu “Menulis puisi untuk berdakwah dan menyebarkan kebaikan”

Pada awalnya, terdengar aneh memang. Sebab biasanya seseorang berdakwah itu lewat karya-karya tulis fakta. Sedangkan saya dengan puisi, yang merupakan karya tulis fiksi. Tapi, menurut saya untuk niat yang tulus karena-Nya tidak ada yang tidak mungkin untuk dilakukan, bukan? Dan mungkin banyak orang yang berpikir kalau menulis puisi dengan niat lillah ini pasti setiap tulisannya harus bergenre religi, ya? Nah, sebenarnya tidak seperti itu kok. Yang terpenting itu setiap menulis kita tidak mengajak seseorang untuk melakukan hal yang buruk, melainkan lewat tulisan kita, kita mampu memberikan energi positif kepada para pembaca. Itu sudah merupakan perbuatan baik dan setiap perbuatan baik kesesama mahluk hidup itu merupakan perbuatan yang insyaallah, akan Allah ridhoi. Dan ya, setelah saya terapkan niat tersebut. Hasilnya luar biasa, masyaallah. Benar-benar di luar ekspetasi saya. Hanya dengan waktu setengah tahun saya bisa menghasilkan 1 buku solo dan belasan buku antologi. Dan tentang penghargaan dalam menulis Alhamdulillah saya sudah memiliki puluhan penghargaan. Dan dengan izin Allah, saya yang dulu memikirkan bagaimana caranya menjadi seorang penulis dengan status sebagai mahasiswa. Yang uang jajan saja masih minta orang tua. Rasanya tidak mungkin punya buku solo dan belasan buku antologi tanpa mengeluarkan uang sepeser pun. Namun, nyatanya "I can do that"

Luar biasa memang, saat semuanya kita niatkan lillah apapun akan terasa mudah. Hal-hal yang menurut kita tidak mungkin, Allah jadikan mungkin. Namun, memang tidak bisa dipungkiri segala perjalanan yang kita lalui tidak akan mulus. Tidak jarang kita berada pada titik harus gagal. Tapi, karena dengan niat lillah pasti Allah akan berikan kita jalan lain lagi agar kita mampu kembali keatas bahkan lebih atas dari posisi sebelumnya. Dengan niat karena Allah, kita tidak akan merasakan yang namanya putus asa apalagi hanya karena kata “gagal” sebab kita yakin pada Allah bahwa semua kegagalan ini akan Allah ganti dengan kemenangan yang berlipat ganda.

Nah, jadi kesimpulannya agar kita mendapatkan hasil yang baik maka hal utama yang harus kita lakukan adalah memperbaiki niat. Karena segala sesuatu yang baik tidak akan mungkin mendapatkan sesuatu yang buruk. Dan sesuatu yang buruk, Allah pastikan tidak akan mungkin mendapatkan sebuah kebaikan.

So, cukup sekian materi dari saya hari ini. Kurang dan lebihnya mohon maaf, apabila ada kesalahan dalaam penyampaian saya, saya juga mohon maaf.

Wasallamua’alaikum  warahmatullahi wabarakatuh


Tidak ada komentar:

Demi Perkembangan Semua Harus Bekerjasama

Fera Dwi Haryati Pendidikan adalah komponen mendasar yang dapat menentukan perkembangan suatu negara. Setiap bangsa tentun...