Fera Dwi Haryati
Institut Agama Islam Negeri Samarinda
Email : fharyati91@gmail.comm
Abstrak
Dalam karya tulis ilmiah ini menyajikan tentang
pengertian silabus kurikulum 2013, landasannya, langkah-langkah
pengembangannya, prinsipnya, dan juga permasalahan pendidikan di Indonesia
akibat adanya perubahan kurikulum yang terus-menerus. Tujuan dari karya ilmiah
ini adalah sebagai satu wadah evaluasi terhadap sistem pendidikan di Indoonesia
terutama pada silabus kurikulum 2013 ini.
Metodologi atau pendekatan yang digunakan dalam tulisan ini
menggunakan metode mini riset dan dengan pendekatan kuantitatif, sedangkan
pengumpulan data dilakukan dengan menelaah dan mengeksplorasi beberapa jurnal
dan buku serta sumber-sumber data atau informasi lainnya yang dianggap relevan
dengan kajian. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket. Metodologi atau
pendekatan yang digunakan dalam tulisan ini menggunakan metode mini riset dan
dengan pendekatan kuantitatif, sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan
menelaah dan mengeksplorasi beberapa jurnal dan buku serta sumber-sumber data
atau informasi lainnya yang dianggap relevan dengan kajian. Instrumen
pengumpulan data menggunakan angket.
Kata Kunci : Silabus Kurikulum 2013
Abstract
In this scientific paper presents about the understanding
of curriculum syllabus 2013, its foundation, its development steps, its
principles, and also the problems of education in Indonesia due to continuous
curriculum changes. The purpose of this scientific work is as a forum for
evaluation of the education system in Indoonesia, especially in this 2013
curriculum syllabus. The
methodology or approach used in this paper are a mini research method and a
quantitative approach, while data collection is done by examining and exploring
several journals and books as well as sources of data or other information that
are considered relevant to the study. The data collection instrument used in
the questionnaire.
Key Words
: Curriculum Syllabus 2013
A. Pendahuluan
Sejak tahun 2013 pendidikan mulai
merubah sistem pendidikan dengan menggunakan kurikulum 2013 dan sekaligus
dengan silabusnya. Perubahan tersebut dilakukan pemerintah untuk ngatasi
permasalahan-permasalahan pada pendidikan bangsa Indonesia. Dan juga
pemerintahan berharap dengan adanya perubahan tersebut mampu membawa perubahan
yang baik pada pendidikan bangsa ini.
Menurut Programme for
Internasional Student Assessment (PISA), dalam penelitian kompetensi yang
dilakukannya memperlihatkan bahwa pendidikan di
Indonesia menempati posisi peringkat 10 dari bawah sejak 10 tahun
terakhir. Hal ini menurut para
pemerintah disebabkan karena kurikulum lama sudah tidak dapat lagi bersaing di
tengah perkembangan zaman yang terus meningkat pesat.
Namun, apakah dalam permasalahan
rendahnya peringkat kompetensi dalam dunia pendidikan Indonesia mampu diatasi
oleh kurikulum 2013 dan juga silabusnya?
Apakah silabus kurikulum 2013 mampu menadi solusi-solusi untuk permasalahan
pendidikan bangsa saat ini?.
Mengingat pendidikan adalah
cerminan kondisi bangsa secara keseluruhan atau dapat dikatakan bahwa ketika
pendidikan dalam sebuah bangsa itu berkembang dengan baik, maka seluruh aspek bangsa tersebut pun berkembang dengan baik.
Dan ketika pendidikan dalam sebuah bangsa itu tidak mengalami perkembangan sama
sekali, maka seluruh aspek bangsa tersebut pun tidak akan mengalami
perkembangan. Karena hal tersebutlah penulis tertarik untuk melakukan
penelitian dengan mengangkat judul
“Efektivita Silabus Kurikulum 2013 Terhadap Perubahan Pendidikan Bangsa
Indonesia Masa Kini”.
B. Metode Penelitian
Penelitian
ini menggunakan metode mini riset yaitu angket atau kuisioner pada google form,
selain itu penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan harapan
hasil informasi yang didapatkan dan diberlakukan secara umum.
1. Subjek/Populasi dan Sampel
Subjeknya mahasiswa dengan
populasi 18 orang.
2. Instrumen
Instrumen yang digunakan dalam
penelitian ini berupa angket atau kuisioner. Di dalamnya terdiri dari beberapa
pertanyaan yang dibuat peneliti dan harus dijawab oleh responden mahasiswa
kelas khusus internasional semester 3. Responden diminta memberikan pilihan
jawaban yang telah disediakan mengenai metode pembelajaran secara online dengan
seperti jawaban setuju, sangat setuju, kurang setuju dan tidak setuju.
Pertanyaan ini dimuat dalam google form yang bisa langsung diisi oleh mahasiswa
dengan menggunakan alamat email mereka masing-masing.
3.
Prosedur Analisis Data
a.
Tahap persiapan
1. Penentuan subjek penelitian
2. Membuat instrumen penelitian
3. Membuat angket
b.
Tahap pelaksanaan
1. Uji coba angket
2. Pemberian angket kepada subjek
c.
Tahap penyelesaian
1. Mengolah dan menganalisis data hasil penelitian
2. Menarik kesimpulan penelitian
C. Hasil dan Pembahasan
Pembahasan
mengenai penelitian mengenai efektivitas silabus
kurikulum 2013 terhadap perubahan pendidikan bangsa Indonesia masa kini meliputi
pengertian,landasan, langkah-langkah
pengembangan, dan juga prinsip-prinsip pengembangan silabus kurikulum 2013.
1. Pengertian Silabus Kurikulum 2013
Silabus
adalah suatu pengembangan kurikulum berbentuk penjabaran lebih lanjut dari
standard kompetensi dan kompetensi yang diharapkan, inti-inti dan uraian materi
yang dibutuhkan untuk dipelajari para peserta didik. Atau juga secara singkat
silabus dapat dikatakan sebagai bentuk pengembangan kurikulum .[1]
Sedangkan
kurikulum itu sendiri merupakan salah satu unsur penting dalam
penyelenggaraan program pendidikan. Ketentuan umum undang-undang mendefinisikan
kurikulum sebagai seperangkat rencana dan pengaturan yang mencakup tujuan
pendidikan, isi, bahan pembelajaran, dan metode pembelajaran yang digunakan
sebagai bahan rujukan dalam pelaksanaan proses belajar-mengajar agar dapat mencapai
tujuan pendidikan yang telah dirumuskan.[2]
Jadi,
dapat disimpulkan bahwa silabus kurikulum 2013 adalah bentuk pengembangangan
seperangkat rencana dan pengaturan pendidikan di Indonesia yang berlaku
sejak tahun 2013 yang mencakup tujuan pendidikan, isi,
bahan pembelajaran, dan metode pembelajaran yang digunakan sebagai bahan
rujukan dalam pelaksanaan proses belajar-mengajar.[3]
2. Landasan Silabus Kurikulum 2013
Peraturan
Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan pasal 17 ayat (2) : “ Sekolah dan komite sekolah, atau madrasah dan
komite madrasah, mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan
silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan,
di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang
pendidikan untuk SD, SMP, SMA, dan SMK, dan departemen yang menaungi urusan
pemerintahan di bidang agama untuk MI, MTs, MA dan MAK”. [4]
Pada
kurikulum 2013 ini guru tidak diharuskan menyiapkan silabus. Sedangkan
kurikulum sebelumnya yaitu kurikulum KTSP 2006 mewajibkan guru merancang
sendiri silabus setelah mengidentifikasikan kebutuhan siswa. Berbeda dengan
kurikulum KTSP 2006, kurikulum 2013 yang baru diperkenalkan ini dibungkus dalam
satu paket bersama silabus.[5]
Maksudnya,
jika pada kurikulum 2006 atau KTSP diterapkan kewenangan yang melakukan
pengembangan kurikulum/ membentuk silabus dilipampahkan pada satuan pedidikan yang
bersangkutan. Maka, pada kurikulum 2013 penyusunan silabus menjadi kewenangan
pemerintah.[6]
Kurikulum
2013 adalah kurikulum yang melanjutkan kurikulum KTSP yang ingin menuntaskan
delapan standar nasional pendidikan (delapan standar tersebut adalah ; Standar
isi, Standar proses, Standar kompetensi lulusan, Standar pendidik dan tenaga
kependidikan, Standar sarana dan prasarana, Standar pengelolaan, Standar
pembiayaan dan Standar penilaian pendidikan) selanjutnya dari delapan standar
ini ternyata ada empat standar mengalami perubahan dalam kurikulum 2013, dan
sinilah bentuk perubahan yang ingin dilakukan oleh pemerintah agar mampu
memperbaiki pendidikan Indonesia.[7]
3.
Langkah-langkah Pengembangan Silabus Kurikulum 2013
Berikut langkah-langkah yang perlu
diperhatikan saat membuat silabus kurikulum 2013 :
1. Mengkaji
Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Dalam mengkaji standar kompetensi dan kompetensi
2. Mengembangkan
Kegiatan Pembelajaran
3. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran
4. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi
5. Penentuan jenis penilaian pencapaian kompetensi dasar
peserta didik dilakukan berdasarkan indicator.[8]
4. Prinsip-prinsip Pengembangan
Silabus Kurikulum 2013
Untuk memperoleh silabus sebuah mata pelajaran tertentu
yang baik, dalam pengembangannya perlu memperhatikan prinsip-prinsip sebagai
berikut :
1. Ilmiah: Keseluruhan materi dan
kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus dapat dipertanggung jawabkan secara keilmuan
2. Relevan: Cakupan, kedalaman, tingkat
kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus disesuaikan dengan tingkat
perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional dan spiritual peserta didik
3. Sistematis: Komponen-komponen
silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi dasar,
materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, waktu, dan sumber
belajar saling terkait satu dengan yang lainnya
4. Konsistensi: Adanya hubungan
yang konsisten (ajeg, taat asas) antara kompetensi dasar, indikator, materi
pembelajaran, kegiatan pembelajaran, sumber belajar serta teknik dan instrument penilaian
5. Memadai: Cakupan indicator,
materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, dan sistem
penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar
6. Aktual
dan Kontekstual: Cakupan indiator, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran,
sumber belajar, dan sistem penilaian mempertimbangkan ilmu, teknologi, dan seni
mutakhir dalam kehidupan nyata dan peristiwa yang terjadi
7. Fleksibel: Keseluruhan komponen
silabus dapat mengakomodasi keberagaman peserta didik, serta dinamika perubahan
yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat
8. Menyeluruh: Komponen silabus
mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif, afektif, dan psikomotor).
Ketiga ranah kognitif, afektif dan psikomotor, proses penilaiannya dilakukan
secara menyeluruh dan terpadu
9. Efektivitas, silabus yang
efektif adalah yang dapat diwujukan dalam pembelajaran di kelas, keefektifan
silabus dapat dilihat dari kesenjangan yang terjadi antara silabus yang dapat
dilaksanakan dalam pembelajaran, oleh karenanya ketika pengembangan silabus
guru atau pengembang.[9]
5.
Permasalahan Sistem Pendidikan Indonesia
Permasalahan-permasalahnnya adalah
sebagai berikut :
1. Rendahnya kemampuan guru dalam memahami dan
mengenali kompetensi para peserta didik. Namun, hal ini mampu diatasi oleh
silabus kurikulum 2013 karena dalam silabus ini semua rancangannya disusun oleh
pemerintah sehingga tidak terlalu ambil pusing, ketika ada beberapa guru yang
belum memahami dan juga mengenali kompetensi dasar peserta didiknya.
2.
Rendahnya kemampuan guru dalam membuat silabus. Permasalahan ini pun adalah
permasalahan yang sering muncul saat penerapan silabus Ktsp. Namun, saat ini
permasalahan tersebut mampu di atasi oleh silabus kurikulum 2013, sebab
kurikulum yang diaksanakan oleh pemerintah sudah sepakat dengan silabusnya.[10]
3.
Rendahnya pemahaman guru terhadap perubahan kurikulum. Hal ini tidak mampu
diatasi oleh silabus kurikulum 2013, sebab hal tersebut ini diakibatkan karena
terlalu seringnya pemerintahan Inonesia mengganti kurikulum beserta
silabus. Termasuk dalam mengganti
silabus Ktsp ke silabus kurikulum 2013.[11]
4. Kebanyakan
guru belum pernah mengikuti mendapatkan bimbingan langsung
5. Rendahnya
kemampuan guru dalam mengimplementasikan kurikulum yang terus berubah-ubah
Hasil Penelitian
Sampel
penelitian berjumlah 18 orang mahasiswa/i kelas khusus internasional semester
3, penyebaran kuisioner berbasis google form dilakukan pada tanggal 11 November
2020. Berikut data yang diperoleh dari penyebaran kuisioner analisis efektivitas
silabus kurikulum 2013 terhadap perubahan pendidikan bangsa Indonesia masa kini.
Gambar 1.1 Pendidikan akan efektif
bila menggunakan silabus K13/K

Gambar 1.2 Silabus K13 dapat dikatakan lebih efektif dibanding
Ktsp

Gambar 1.3 Saat ini silabus K13
sudah/belum dilaksanakan di kelas KKI semester 3

Gambar 1.4 Saat ini silabus K13
sudah efektif /belum efektif ilaksanaka
Dari hasil angket yang dibagikan ke 18 orang
mahasiswa/i pada Kelas Khusus Internasional semester 3 ditunjukkan dalam gambar
1.1 hampir seluruh mahasiswa/i bahwa
akan efektif bila menggunakan silabus K13. Rinciannya adalah 17 (94%) orang
memilih K13 dan 1 (6%) orang yang
memilih Ktsp. Lalu, dalam gambar 1.2 menyatakan bahwa Silabus K13 dapat
dikatakan lebih efektif dibanding Ktsp. Hampir seluruh mahasiswa/i menyatakan iya Rinciannya adalah 17 (94%)
orang memilih iya dan 1 (6%) orang yang memilih tidak. Pada gambar 1.3
dinyatakan bahwa seluruh mahasiswa/I menyatakan bahwa silabus K13 sudah
dilaksanakan di kelas KKI. Rinciannya, 18 (100%) memilih sudah dan 0(0%)
menyatakan belum. Pada gambar 1.4 merupakan poin yang paling penting dalam
penelitian saya, di sini kami mengajukan pertanyaan silabus K13 sudah efektif
/belum efektif dilaksanakan. Seluruh mahasiswa/I menjawab belum. Rinciannya, 18
(100%) memilih sudah dan 0(0%) menyatakan belum.
D. Kesimpulan
Dengan
adanya penelitia ini saya menyimpulkan bahwa sebenarnya silabus kurikulum 2013
sangatlah efektif untuk mengatasi permasalahan yang ada pada pendidikan
Indonesia. Adanya silabus kurikulum 2013 ini juga memang pantas untuk dirancang
sebagai bentuk usaha pemerintah untuk melakukan perubahan yang baik pada
pendidikan bangsa ini. Hanya saja karena adanya kendala-kendala dari berbagai
permasalahan sebab pergantian kurikulum yang dilakukan terlalu sering oleh
pemerintahan. Hal ini membuat banyak pihak yang terlibat sedikit kesulitan
karena belum mampu menyesuaikan diri dengan silabus kurikulum yang lama dan dengan tiba-tiba harus kembali
menyesuaikan diri dengan kurikulum yang baru lagi.
Kurikulum
2013, sebagaimana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan telah jelaskan, merupakan
perbaikan dari kurikulum 2004 dan 2006, yang merupakan kurikulum berbasis
sekolah dan berbasis kompetensi. [12]
Hal
ini juga yang dapat meyakinkan kita semua yang berperan aktif maupun pasif
dalam dunia pendidikan bahwa dengan kurikulum 2013 dan juga silabusnya dapat
efektif untuk melakukan perubahan yang baik pada pendidikan masa kini. Hanya
saja kita semua masih perlu banyak waktu untuk mengoptimalkan pelaksanaanya.
Agara keefektivan tersebut mampu terlihat secara signifikan dan menyeluruh.
Daftar
Pustaka
Furqon, Muhammad.
“Wakaf Sebagai Solusi Permasalahan-Permasalahan Didunia Pendidikan.” Jurnal
Hukum Islam (JHI) 10, no. 1 (2012): 35–53.
MEGAWANTI, P. “Meretas Permasalahan Pendidikan Di Indonesia.”
Formatif 2, no. 3 (2012): 234831.
Nasional, Departemen Pendidikan. “Panduan {Pengembangan}
{Silabus} {Mata} {Pelajaran} {Matematika}.” Www.Academia.Edu (2016):
1–35.
Supinah. “Penyusunan Silabus Dan Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) Matematika SD Dalam Rangka Pengembangan KTSP.” Pusat
Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Matematika
(2008): 1–54.
Suswati, Rita. “DESIGN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS K13
UNTUK GURU SD DAN SMP GUPPI MEDAN” 13, no. September (2017): 163–166.
Syaiful, H. “Silabus Sebagai Landasan Pelaksanaan Dan
Pengembangan Pembelajaran Bagi Guru Yang Profesional.” Jurnal Tabularasa Pps
Unimed 5, no. 1 (2013): 11–22.
Syarwan, and Ahmad. “Problematika Kurikulum 2013 Dan
Kepemimpinan Instruksional Kepala Sekolah.” Jurnal Pencerahan 8, no. 2
(2014): 104–114.
Widiati, Utami. “Kurikulum Dan Silabus,” no. 022 (1965):
1–43.
Zaini, Herman. “Karakteristik Kurikulum 2013 Dan Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan (Ktsp).” el-Idare: Journal of Islamic Education
Management 1, no. 01 (2015): 15–31.
Zubaidi, Ahmad. “Model-Model Pengembangan Kurikulum Dan
Silabus Pembelajaran Bahasa Arab.” Cendekia: Jurnal Kependidikan dan
Kemasyarakatan 13, no. 1 (2015): 107.
[1] H Syaiful, “Silabus Sebagai Landasan Pelaksanaan Dan Pengembangan
Pembelajaran Bagi Guru Yang Profesional,” Jurnal
Tabularasa Pps Unimed 5, no. 1 (2013): 11–22.
[2] Utami Widiati, “Kurikulum Dan Silabus,” no. 022 (1965): 1–43.
[3] Departemen Pendidikan Nasional, “Panduan {Pengembangan} {Silabus} {Mata}
{Pelajaran} {Matematika},” Www.Academia.Edu
(2016): 1–35.
[4] Ahmad Zubaidi, “Model-Model Pengembangan Kurikulum Dan Silabus
Pembelajaran Bahasa Arab,” Cendekia:
Jurnal Kependidikan dan Kemasyarakatan 13, no. 1 (2015): 107.
[5] Syarwan and Ahmad, “Problematika Kurikulum 2013 Dan Kepemimpinan
Instruksional Kepala Sekolah,” Jurnal
Pencerahan 8, no. 2 (2014): 104–114.
[6] Rita Suswati, “DESIGN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS K13 UNTUK GURU SD
DAN SMP GUPPI MEDAN” 13, no. September (2017): 163–166.
[7] Herman Zaini, “Karakteristik Kurikulum 2013 Dan Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (Ktsp),” el-Idare: Journal of
Islamic Education Management 1, no. 01 (2015): 15–31.
[8] Supinah, “Penyusunan Silabus Dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Matematika SD Dalam Rangka Pengembangan KTSP,” Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Matematika (2008): 1–54.
[9] Zubaidi, “Model-Model Pengembangan Kurikulum Dan Silabus Pembelajaran
Bahasa Arab.”
[10] P. MEGAWANTI, “Meretas Permasalahan Pendidikan Di Indonesia,” Formatif 2, no. 3 (2012): 234831.
[11] Muhammad Furqon, “Wakaf Sebagai Solusi Permasalahan-Permasalahan Didunia
Pendidikan,” Jurnal Hukum Islam (JHI)
10, no. 1 (2012): 35–53.
[12] Syarwan and Ahmad, “Problematika Kurikulum 2013 Dan Kepemimpinan Instruksional Kepala Sekolah.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar