Rabu, 23 Desember 2020

EFEKTIVITAS SILABUS KURIKULUM 2013 TERHADAP PERUBAHAN PENDIDIKAN BANGSA INDONESIA MASA KINI

Fera Dwi Haryati

Institut Agama Islam Negeri Samarinda
Email :
fharyati91@gmail.comm

Abstrak

Dalam karya tulis ilmiah ini menyajikan tentang pengertian silabus kurikulum 2013, landasannya, langkah-langkah pengembangannya, prinsipnya, dan juga permasalahan pendidikan di Indonesia akibat adanya perubahan kurikulum yang terus-menerus. Tujuan dari karya ilmiah ini adalah sebagai satu wadah evaluasi terhadap sistem pendidikan di Indoonesia terutama pada silabus kurikulum 2013 ini.  Metodologi atau pendekatan yang digunakan dalam tulisan ini menggunakan metode mini riset dan dengan pendekatan kuantitatif, sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan menelaah dan mengeksplorasi beberapa jurnal dan buku serta sumber-sumber data atau informasi lainnya yang dianggap relevan dengan kajian. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket. Metodologi atau pendekatan yang digunakan dalam tulisan ini menggunakan metode mini riset dan dengan pendekatan kuantitatif, sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan menelaah dan mengeksplorasi beberapa jurnal dan buku serta sumber-sumber data atau informasi lainnya yang dianggap relevan dengan kajian. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket.

Kata Kunci : Silabus Kurikulum 2013



Abstract

In this scientific paper presents about the understanding of curriculum syllabus 2013, its foundation, its development steps, its principles, and also the problems of education in Indonesia due to continuous curriculum changes. The purpose of this scientific work is as a forum for evaluation of the education system in Indoonesia, especially in this 2013 curriculum syllabus. The methodology or approach used in this paper are a mini research method and a quantitative approach, while data collection is done by examining and exploring several journals and books as well as sources of data or other information that are considered relevant to the study. The data collection instrument used in the questionnaire.

Key Words : Curriculum Syllabus 2013

A.  Pendahuluan

Sejak tahun 2013 pendidikan mulai merubah sistem pendidikan dengan menggunakan kurikulum 2013 dan sekaligus dengan silabusnya. Perubahan tersebut dilakukan pemerintah untuk ngatasi permasalahan-permasalahan pada pendidikan bangsa Indonesia. Dan juga pemerintahan berharap dengan adanya perubahan tersebut mampu membawa perubahan yang baik pada pendidikan bangsa ini.

Menurut Programme for Internasional Student Assessment (PISA), dalam penelitian kompetensi yang dilakukannya memperlihatkan bahwa pendidikan di  Indonesia menempati posisi peringkat 10 dari bawah sejak 10 tahun terakhir.  Hal ini menurut para pemerintah disebabkan karena kurikulum lama sudah tidak dapat lagi bersaing di tengah perkembangan zaman yang terus meningkat pesat.

Namun, apakah dalam permasalahan rendahnya peringkat kompetensi dalam dunia pendidikan Indonesia mampu diatasi oleh kurikulum 2013 dan  juga silabusnya? Apakah silabus kurikulum 2013 mampu menadi solusi-solusi untuk permasalahan pendidikan bangsa  saat ini?.

Mengingat pendidikan adalah cerminan kondisi bangsa secara keseluruhan atau dapat dikatakan bahwa ketika pendidikan dalam sebuah bangsa itu berkembang dengan baik,  maka seluruh aspek  bangsa tersebut pun berkembang dengan baik. Dan ketika pendidikan dalam sebuah bangsa itu tidak mengalami perkembangan sama sekali,  maka seluruh aspek  bangsa tersebut pun tidak akan mengalami perkembangan. Karena hal tersebutlah penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan mengangkat judul  “Efektivita Silabus Kurikulum 2013 Terhadap Perubahan Pendidikan Bangsa Indonesia Masa Kini”.

B.  Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode mini riset yaitu angket atau kuisioner pada google form, selain itu penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan harapan hasil informasi yang didapatkan dan diberlakukan secara umum.

1. Subjek/Populasi dan Sampel
Subjeknya mahasiswa dengan populasi 18 orang.

2.  Instrumen
             Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket atau kuisioner. Di dalamnya terdiri dari beberapa pertanyaan yang dibuat peneliti dan harus dijawab oleh responden mahasiswa kelas khusus internasional semester 3. Responden diminta memberikan pilihan jawaban yang telah disediakan mengenai metode pembelajaran secara online dengan seperti jawaban setuju, sangat setuju, kurang setuju dan tidak setuju. Pertanyaan ini dimuat dalam google form yang bisa langsung diisi oleh mahasiswa dengan menggunakan alamat email mereka masing-masing.

3. Prosedur Analisis Data

a. Tahap persiapan
1. Penentuan subjek penelitian
2. Membuat instrumen penelitian
3. Membuat angket

b. Tahap pelaksanaan
 1. Uji coba angket
2. Pemberian angket kepada subjek

c. Tahap penyelesaian
1. Mengolah dan menganalisis data hasil penelitian
2. Menarik kesimpulan penelitian

C.  Hasil dan Pembahasan

Pembahasan mengenai penelitian mengenai efektivitas silabus kurikulum 2013 terhadap perubahan pendidikan bangsa Indonesia masa kini meliputi pengertian,landasan,  langkah-langkah pengembangan, dan juga prinsip-prinsip pengembangan silabus kurikulum 2013.

1. Pengertian      Silabus Kurikulum           2013
             Silabus adalah suatu pengembangan kurikulum berbentuk penjabaran lebih lanjut dari standard kompetensi dan kompetensi yang diharapkan, inti-inti dan uraian materi yang dibutuhkan untuk dipelajari para peserta didik. Atau juga secara singkat silabus dapat dikatakan sebagai bentuk pengembangan kurikulum .[1]

     Sedangkan kurikulum itu sendiri  merupakan salah satu unsur penting dalam penyelenggaraan program pendidikan. Ketentuan umum undang-undang mendefinisikan kurikulum sebagai seperangkat rencana dan pengaturan yang mencakup tujuan pendidikan, isi, bahan pembelajaran, dan metode pembelajaran yang digunakan sebagai bahan rujukan dalam pelaksanaan proses belajar-mengajar agar dapat mencapai tujuan pendidikan yang telah dirumuskan.[2]

                Jadi, dapat disimpulkan bahwa silabus kurikulum 2013 adalah bentuk pengembangangan seperangkat rencana dan pengaturan pendidikan di Indonesia yang berlaku sejak  tahun 2013 yang mencakup tujuan pendidikan, isi, bahan pembelajaran, dan metode pembelajaran yang digunakan sebagai bahan rujukan dalam pelaksanaan proses belajar-mengajar.[3]

2. Landasan Silabus Kurikulum 2013

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 17 ayat (2) : “ Sekolah dan komite sekolah, atau madrasah dan komite madrasah, mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan, di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD, SMP, SMA, dan SMK, dan departemen yang menaungi urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI, MTs, MA dan MAK”. [4]

Pada kurikulum 2013 ini guru tidak diharuskan menyiapkan silabus. Sedangkan kurikulum sebelumnya yaitu kurikulum KTSP 2006 mewajibkan guru merancang sendiri silabus setelah mengidentifikasikan kebutuhan siswa. Berbeda dengan kurikulum KTSP 2006, kurikulum 2013 yang baru diperkenalkan ini dibungkus dalam satu paket bersama silabus.[5]

Maksudnya, jika pada kurikulum 2006 atau KTSP diterapkan kewenangan yang melakukan pengembangan kurikulum/ membentuk silabus dilipampahkan pada satuan pedidikan yang bersangkutan. Maka, pada kurikulum 2013 penyusunan silabus menjadi kewenangan pemerintah.[6]

Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang melanjutkan kurikulum KTSP yang ingin menuntaskan delapan standar nasional pendidikan (delapan standar tersebut adalah ; Standar isi, Standar proses, Standar kompetensi lulusan, Standar pendidik dan tenaga kependidikan, Standar sarana dan prasarana, Standar pengelolaan, Standar pembiayaan dan Standar penilaian pendidikan) selanjutnya dari delapan standar ini ternyata ada empat standar mengalami perubahan dalam kurikulum 2013, dan sinilah bentuk perubahan yang ingin dilakukan oleh pemerintah agar mampu memperbaiki pendidikan Indonesia.[7]

3.  Langkah-langkah Pengembangan Silabus Kurikulum 2013

Berikut langkah-langkah yang perlu diperhatikan saat membuat silabus kurikulum 2013 :

1. Mengkaji Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Dalam mengkaji standar kompetensi        dan kompetensi

2. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran

3. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran

4. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi

5. Penentuan jenis penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indicator.[8]

4. Prinsip-prinsip Pengembangan Silabus Kurikulum 2013

Untuk memperoleh silabus sebuah mata pelajaran tertentu yang baik, dalam pengembangannya perlu memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut :

1. Ilmiah: Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus dapat dipertanggung jawabkan  secara keilmuan

 2. Relevan: Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus disesuaikan dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional dan spiritual  peserta  didik

3. Sistematis: Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi dasar, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, waktu, dan sumber belajar saling terkait satu dengan yang lainnya

4. Konsistensi: Adanya hubungan yang konsisten (ajeg, taat asas) antara kompetensi dasar, indikator, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, sumber belajar serta teknik  dan instrument penilaian

5. Memadai: Cakupan indicator, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar

6.  Aktual dan Kontekstual: Cakupan indiator, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, dan sistem penilaian mempertimbangkan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata dan peristiwa yang terjadi

7. Fleksibel: Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keberagaman peserta didik, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat

8. Menyeluruh: Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif, afektif, dan psikomotor). Ketiga ranah kognitif, afektif dan psikomotor, proses penilaiannya dilakukan secara menyeluruh dan terpadu

9. Efektivitas, silabus yang efektif adalah yang dapat diwujukan dalam pembelajaran di kelas, keefektifan silabus dapat dilihat dari kesenjangan yang terjadi antara silabus yang dapat dilaksanakan dalam pembelajaran, oleh karenanya ketika pengembangan silabus guru atau pengembang.[9]

5.  Permasalahan Sistem Pendidikan Indonesia

Permasalahan-permasalahnnya adalah sebagai berikut :

1. Rendahnya kemampuan guru dalam memahami dan mengenali kompetensi para peserta didik. Namun, hal ini mampu diatasi oleh silabus kurikulum 2013 karena dalam silabus ini semua rancangannya disusun oleh pemerintah sehingga tidak terlalu ambil pusing, ketika ada beberapa guru yang belum memahami dan juga mengenali kompetensi dasar peserta didiknya.

2. Rendahnya kemampuan guru dalam membuat silabus. Permasalahan ini pun adalah permasalahan yang sering muncul saat penerapan silabus Ktsp. Namun, saat ini permasalahan tersebut mampu di atasi oleh silabus kurikulum 2013, sebab kurikulum yang diaksanakan oleh pemerintah sudah sepakat dengan silabusnya.[10]

3. Rendahnya pemahaman guru terhadap perubahan kurikulum. Hal ini tidak mampu diatasi oleh silabus kurikulum 2013, sebab hal tersebut ini diakibatkan karena terlalu seringnya pemerintahan Inonesia mengganti kurikulum beserta silabus.  Termasuk dalam mengganti silabus Ktsp ke silabus kurikulum 2013.[11]

4. Kebanyakan guru belum pernah mengikuti mendapatkan bimbingan langsung

5. Rendahnya kemampuan guru dalam mengimplementasikan kurikulum yang terus berubah-ubah

Hasil Penelitian

Sampel penelitian berjumlah 18 orang mahasiswa/i kelas khusus internasional semester 3, penyebaran kuisioner berbasis google form dilakukan pada tanggal 11 November 2020. Berikut data yang diperoleh dari penyebaran kuisioner analisis efektivitas silabus kurikulum 2013 terhadap perubahan pendidikan bangsa Indonesia masa kini.

Gambar 1.1 Pendidikan akan efektif bila menggunakan silabus K13/K

Gambar 1.2  Silabus K13 dapat dikatakan lebih efektif dibanding Ktsp

Gambar 1.3 Saat ini silabus K13 sudah/belum dilaksanakan di kelas KKI semester 3

Gambar 1.4 Saat ini silabus K13 sudah efektif /belum efektif ilaksanaka

 

Dari hasil angket yang dibagikan ke 18 orang mahasiswa/i pada Kelas Khusus Internasional semester 3 ditunjukkan dalam gambar 1.1 hampir seluruh mahasiswa/i  bahwa akan efektif bila menggunakan silabus K13. Rinciannya adalah 17 (94%) orang memilih K13 dan 1 (6%) orang   yang memilih Ktsp. Lalu, dalam gambar 1.2 menyatakan bahwa Silabus K13 dapat dikatakan lebih efektif dibanding Ktsp. Hampir seluruh mahasiswa/i  menyatakan iya Rinciannya adalah 17 (94%) orang memilih iya  dan 1 (6%) orang   yang memilih tidak. Pada gambar 1.3 dinyatakan bahwa seluruh mahasiswa/I menyatakan bahwa silabus K13 sudah dilaksanakan di kelas KKI. Rinciannya, 18 (100%) memilih sudah dan 0(0%) menyatakan belum. Pada gambar 1.4 merupakan poin yang paling penting dalam penelitian saya, di sini kami mengajukan pertanyaan silabus K13 sudah efektif /belum efektif dilaksanakan. Seluruh mahasiswa/I menjawab belum. Rinciannya, 18 (100%) memilih sudah dan 0(0%) menyatakan belum.

D. Kesimpulan

Dengan adanya penelitia ini saya menyimpulkan bahwa sebenarnya silabus kurikulum 2013 sangatlah efektif untuk mengatasi permasalahan yang ada pada pendidikan Indonesia. Adanya silabus kurikulum 2013 ini juga memang pantas untuk dirancang sebagai bentuk usaha pemerintah untuk melakukan perubahan yang baik pada pendidikan bangsa ini. Hanya saja karena adanya kendala-kendala dari berbagai permasalahan sebab pergantian kurikulum yang dilakukan terlalu sering oleh pemerintahan. Hal ini membuat banyak pihak yang terlibat sedikit kesulitan karena belum mampu menyesuaikan diri dengan silabus kurikulum yang  lama dan dengan tiba-tiba harus kembali menyesuaikan diri dengan kurikulum yang baru lagi.

Kurikulum 2013, sebagaimana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan telah jelaskan, merupakan perbaikan dari kurikulum 2004 dan 2006, yang merupakan kurikulum berbasis sekolah dan berbasis kompetensi. [12]

Hal ini juga yang dapat meyakinkan kita semua yang berperan aktif maupun pasif dalam dunia pendidikan bahwa dengan kurikulum 2013 dan juga silabusnya dapat efektif untuk melakukan perubahan yang baik pada pendidikan masa kini. Hanya saja kita semua masih perlu banyak waktu untuk mengoptimalkan pelaksanaanya. Agara keefektivan tersebut mampu terlihat secara signifikan dan menyeluruh.

 

 

 

 

 


 

Daftar Pustaka

Furqon, Muhammad. “Wakaf Sebagai Solusi Permasalahan-Permasalahan Didunia Pendidikan.” Jurnal Hukum Islam (JHI) 10, no. 1 (2012): 35–53.

MEGAWANTI, P. “Meretas Permasalahan Pendidikan Di Indonesia.” Formatif 2, no. 3 (2012): 234831.

Nasional, Departemen Pendidikan. “Panduan {Pengembangan} {Silabus} {Mata} {Pelajaran} {Matematika}.” Www.Academia.Edu (2016): 1–35.

Supinah. “Penyusunan Silabus Dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Matematika SD Dalam Rangka Pengembangan KTSP.” Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Matematika (2008): 1–54.

Suswati, Rita. “DESIGN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS K13 UNTUK GURU SD DAN SMP GUPPI MEDAN” 13, no. September (2017): 163–166.

Syaiful, H. “Silabus Sebagai Landasan Pelaksanaan Dan Pengembangan Pembelajaran Bagi Guru Yang Profesional.” Jurnal Tabularasa Pps Unimed 5, no. 1 (2013): 11–22.

Syarwan, and Ahmad. “Problematika Kurikulum 2013 Dan Kepemimpinan Instruksional Kepala Sekolah.” Jurnal Pencerahan 8, no. 2 (2014): 104–114.

Widiati, Utami. “Kurikulum Dan Silabus,” no. 022 (1965): 1–43.

Zaini, Herman. “Karakteristik Kurikulum 2013 Dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (Ktsp).” el-Idare: Journal of Islamic Education Management 1, no. 01 (2015): 15–31.

Zubaidi, Ahmad. “Model-Model Pengembangan Kurikulum Dan Silabus Pembelajaran Bahasa Arab.” Cendekia: Jurnal Kependidikan dan Kemasyarakatan 13, no. 1 (2015): 107.

 



[1] H Syaiful, “Silabus Sebagai Landasan Pelaksanaan Dan Pengembangan Pembelajaran Bagi Guru Yang Profesional,” Jurnal Tabularasa Pps Unimed 5, no. 1 (2013): 11–22.

[2] Utami Widiati, “Kurikulum Dan Silabus,” no. 022 (1965): 1–43.

[3] Departemen Pendidikan Nasional, “Panduan {Pengembangan} {Silabus} {Mata} {Pelajaran} {Matematika},” Www.Academia.Edu (2016): 1–35.

[4] Ahmad Zubaidi, “Model-Model Pengembangan Kurikulum Dan Silabus Pembelajaran Bahasa Arab,” Cendekia: Jurnal Kependidikan dan Kemasyarakatan 13, no. 1 (2015): 107.

[5] Syarwan and Ahmad, “Problematika Kurikulum 2013 Dan Kepemimpinan Instruksional Kepala Sekolah,” Jurnal Pencerahan 8, no. 2 (2014): 104–114.

[6] Rita Suswati, “DESIGN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS K13 UNTUK GURU SD DAN SMP GUPPI MEDAN” 13, no. September (2017): 163–166.

[7] Herman Zaini, “Karakteristik Kurikulum 2013 Dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (Ktsp),” el-Idare: Journal of Islamic Education Management 1, no. 01 (2015): 15–31.

[8] Supinah, “Penyusunan Silabus Dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Matematika SD Dalam Rangka Pengembangan KTSP,” Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Matematika (2008): 1–54.

[9] Zubaidi, “Model-Model Pengembangan Kurikulum Dan Silabus Pembelajaran Bahasa Arab.”

[10] P. MEGAWANTI, “Meretas Permasalahan Pendidikan Di Indonesia,” Formatif 2, no. 3 (2012): 234831.

[11] Muhammad Furqon, “Wakaf Sebagai Solusi Permasalahan-Permasalahan Didunia Pendidikan,” Jurnal Hukum Islam (JHI) 10, no. 1 (2012): 35–53.

[12] Syarwan and Ahmad, “Problematika Kurikulum 2013 Dan Kepemimpinan Instruksional Kepala Sekolah.”

Tidak ada komentar:

Demi Perkembangan Semua Harus Bekerjasama

Fera Dwi Haryati Pendidikan adalah komponen mendasar yang dapat menentukan perkembangan suatu negara. Setiap bangsa tentun...